By aftian | November 16, 2009 - 7:30 pm - Posted in Thoriqoh Qodriyah wan Naqsabandiyah

Peletak dasar Thoriqoh Naqsyabandiyah ini adalah Al-Arif Billah Asy Syaikh Muhammad bin Muhammad Bahauddin Syah Naqsyabandi Al-Uwaisi Al- Bukhori radliyallahu anhu (717-865 H) .

Dijelaskan oleh Syaikh Abdul Majid bin Muhammad Al Khaniy dalam bukunya Al-Hada’iq Al-Wardiyyah, bahwa thoriqoh Naqsabandiyyah ini adalah thoriqohnya para sahabat yang mulia radlallahu anhum sesuai aslinya, tidak menambah dan tidak mengurangi. Ini merupakan untaian ungkapan dari langgengnya (terus menerus) ibadah lahir bathin dengan kesempurnaan mengikuti sunnah yang utama dan ‘azimah yang agung  serta kesempurnaan dalam menjauhi bid’ah dan rukhshah dalam segala keadaan gerak dan diam, serta langgengnya rasa khudlur bersama Allah Subhanahu wa ta’ala, mengikuti Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam dengan segala yang beliau sabdakan dan  memperbanyak dzikir qalbi.

Dzikirnya para guru Naqsyabandiyah adalah qalbiyah (menggunakan Hati). Dengan itu mereka bertujuan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala semata dengan tanpa riya’, dan mereka tidak mengatakan suatu perkataan dan tidak membaca suatu wirid  kecuali dengan dalil  atau sanad dari kitab Allah Subhanahu wa ta’ala  atau  sunnah Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Asy-Syaikh Musthofa bin Abu Bakar Ghiyasuddin An-Naqsyabandiy menyatakan dalam risalahnya Ath Thoriqoh An-Naqsabandiyah Thoriqoh Muhammadiyah, bahwa thoriqoh ini memiliki tiga marhalah (tingkatan);

  1. Hendaklah anggota badan kita berhias dengan dzahirnya syari’ah Muhammadiyah.
  2. Hendaklah jiwa- jiwa kita bersih dari nafsu- nafsu yang hina, yaitu hasad, thama’, riya, nifaq, dan ‘ujub pada diri sendiri. Karena hal itu merupakan  sifat yang paling buruk dan karenanya iblis mendapatkan  laknat.
  3. Berteman dengan shadikin (orang-orang yang berhati jujur)

Thoriqoh Naqsyabandiyah ini mempunyai banyak cabang aliran thoriqoh di Mesir.

Use a Highlighter on this page

This entry was posted on Monday, November 16th, 2009 at 7:30 pm and is filed under Thoriqoh Qodriyah wan Naqsabandiyah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.